Selasa, 31 Mei 2016

Obat Dari Segala Macam Penyakit

Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda; Jibril mengajariku sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter.
Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu, wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut.
Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan sore selama 7 hari.
Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku, " Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan dari semua macam sakit. Dan barangsiapa pula meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri , maka istri akan bisa hamil dengan idzin Allah.
Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kecing tidak lancar. dan tidak butuh dibekam (canduk) dan kemanfaatan2 lain yang hanya Allah yang tau.

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال " علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى ". ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم العطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبيرة اختصرناها ،
والله أعلم

Sumber :
An-nawadir karya Syeh Syihabuddin bin Salamah Al-qolyubi

PISS KTB

Minggu, 29 Mei 2016

Liberal Cium Tangan?? Bisa batal liberalnya

Ketika banyak orang mengaitkan dirinya dengan pemikiran liberal dan Syi’ah, Prof. Dr. KH. Said Agil Siroj tidak pernah merasa terganggu dengan hal itu. Dia sering menanggapi dengan senyum khasnya. “Ya tidak benar dong orang menuduh saya liberal, karena liberal itu bebas tanpa batas. Saya masih mengikatkan diri pada al-Quran, hadits, ijma’ ulama. Dan itu tidak tepat disebut liberal,” ujarnya dengan santai.

“Di manapun forum saya selalu berbicara dengan dalil, ini al-Qurannya, ini haditsnya, dan ini pendapat berbagai ulama. Kalau orang liberal, mereka bebas, tanpa ikatan. Bahwa ketika mengkontekskan khazanah kitab kuning dengan kondisi aktual, saya berbeda dengan kiai lain, itu benar. Itu pun perbedaannya sedikit, saya tetap mengkontekskan dengan ulama lain, apakah itu al-Ghazali, al-Asy’ari, juga ulama-ulama besar lainnya.”

Tentang pemikiran liberal yang berkembang di kalangan generasi muda NU, menurut guru besar tasawuf filsafat ini, itu bukan liberal murni. “Itu hanya kenakalan intelektual yang suatu saat akan kembali lagi ke pangkuan NU, lha wong mereka saja dengan kiai masih cium tangan. Liberal kok cium tangan, itu bisa batal liberalnya,” ujar Kiai Said Agil tertawa.

Menurutnya, yang liberal itu tidak percaya agama, tidak punya ikatan apapun, bebas. Selama masih percaya doktrin agama, itu bukan liberal, misalnya masih percaya shalat lima waktu dan mengikuti rakaat yang ditentukan agama, padahal itu kan doktrin yang kalau dilogikakan tidak ketemu. “Selama masih percaya itu, batal liberalnya.”

Lalu tentang isu Syi’ah, menurutnya itu bermula dari pernah hadirnya dia di suatu acara Syi’ah sebagai pembicara tahun 1997 dan setiap saat VCD-nya diputar ulang, disebarkan terus.

“Syi’ah itu ada definisinya, orang yang meyakini imam setelah Rasulullah Saw. itu adalah Ali dengan ada teks, nash, wasiat, dan petunjuk dari Nabi, padahal saya tidak pernah percaya hal itu. Orang Syi’ah saja tidak pernah menganggap saya Syi’ah.

Orang Syi’ah percaya, setelah Ali itu imamnya adalah Hasan, setelah itu Husein, setelah itu Zainal Abidin, Muhammad Baqir, Ja’far Shadiq, Musa al-Kadzim, sampai Hasan Asy’ari dan Imam Mahdi. Saya tidak pernah percaya hal itu, saya juga tidak percaya ada wasiat itu. Itu rukun orang Syi’ah, imam yang 12, yang mereka percayai adalah maksum, imam itu mendapatkan ilham. Saya tidak pernah percaya hal itu. Masa’ orang tidak pernah percaya hal itu dibilang Syi’ah?” ujarnya sambil tersenyum.

Beliau juga kembali menegaskan komitmennya untuk membawa NU menjaga dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), menopang kebhinekaan, tidak sektarian dan tidak primordial, tidak ekstrim, tidak radikal, akan membendung gerakan liberal murni, gerakan sekuler, berpaham Ahlusunnah wal Jama’ah, dan menjadi rahmat bagi semesta alam ( Rahmatan lil ‘alamin ).

Jumat, 27 Mei 2016

Syaikh dan Pemuda Radikal

Kisah Syaikh al-Sya'rawi dan Pemuda Radikal

Syaikh Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi rahimahullah bercerita.

Pada suatu kesempatan, saya berbincang dengan salah satu pemuda penganut Islam garis keras (ekstrimis). Saya bertanya kepadanya,

كنت أناقش أحد الشباب المتشددين : فسألته هل تفجير ملهى ليلي في إحدى الدول المسلمة حلال أم حرام? ..

"Apakah mengebom sebuah klub malam di suatu negara muslim itu halal atau haram?"

فقال لي : طبعا حلال وقتلهم جائز .

Dia menjawab, "Tentu saja halal. Membunuh mereka itu boleh."

... فقلت له : لو أنك قتلتهم وهم يعصون الله ما هو مصيرهم ؟

Saya bertanya, "Kalau seandainya kamu membunuh mereka, sedangkan mereka bermaksiat kepada Allah, kemana mereka akan ditempatkan?"

قال : النار طبعاً ..

Dia menjawab, "Tentu saja neraka !"

فقلت له : الشيطان أين يريد أن يأخذهم ؟

Saya bertanya, "Kemana syaitan ingin menjerumuskan mereka?"

فقال: إلى النّار طبعاً

Dia menjawab, "Tentu saja ke neraka..!"

فقلت له : إذن تشتركون أنتم والشيطان في نفس الهدف وهو إدخال النّاس إلى النار ! وذكرت له حديث رسول الله صل الله عليه وسلم لمّا مرّت جنازة يهودي أخذ الرسول صل الله عليه وسلم يبكي فقالوا : ما يبكيك يا رسول الله ؟؟ قال : نفس أفلتت منّي إلى النار

Saya berkata, "Kalau begitu, kamu dengan syaitan memiliki tujuan yang sama, yaitu memasukkan manusia ke neraka!"

Lalu saya menyebutkan sebuah hadis Rasulullah ketika ada mayat seorang Yahudi lewat di hadapan Nabi lalu Nabi Saw. menangis.

Ditanyalah Nabi: Apa yang membuat engkau menangis wahai Rasulullah? Nabi bersabda: ((Telah lolos dariku satu jiwa dan ia masuk ke dalam neraka))
Saya berkata, "Perhatikan perbedaan antara kalian dengan Rasulullah yang berusaha untuk memberi petunjuk kepada manusia dan menjauhkan mereka dari neraka.

Kalian berada di suatu lembah, dan Rasulullah berada di lembah yang lain."

Kiasah ini pernah di ceritakan oleh Al Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan

Semoga menjadi 'ibroh

====================

Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’râwi (16 April 1911 M. – 17 Juni 1998 M.) merupakan salah satu ahli tafsir Alquran dan Ulama besar Al Azhar yang terkenal pada masa modern  beliau memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan masalah agama dengan sangat mudah dan sederhana, beliau juga memiliki usaha yang luar biasa besar dan mulia dalam bidang dakwah Islam. Beliau dikenal dengan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan Alquran, dan memfokuskannya atas titik-titik keimanan dalam menafsirkannya, hal tersebutlah yang menjadikannya dekat dengan hati manusia, terkhusus metodenya sangat sesuai bagi seluruh kalangan dan kebudayaan, sehingga beliau dianggap memiliki kepribadian muslim yang lebih mencintai dan menghormati Mesir dan dunia arab. Oleh karena itu beliau diberi gelar Imam Ad-Du'âti

Kamis, 26 Mei 2016

Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Robah

Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang memeluk Islam ketika masih masih menjadi budak. Namun ketika keislaman Bilal diketahui oleh majikannya, Bilal pun disiksa setiap hari agar ia meninggalkan islam. Sehingga suatu hari Abu Bakar memerdekakan Bilal dan iapun menjadi sahabat paling setia Rosululloh SAW.

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rosululloh saw pernah bermimpi mendengar suara terompah Bilal di surga. Lalu ketika hukum syariat adzan diperintahkan oleh Alloh maka orang yang pertama kali diperintah oleh Rosululloh untuk mengumandangkannya adalah Bilal bin Rabah, ia dipilih karena suara Bilal sangat merdu.

Kejadian wafatnya Rosululloh, membuat Bilal dilanda kesedihan yang mendalam. Suatu ketika Kholifa Abu Bakar meminta Bilal untuk menjadi muadzin kembali, namun dengan perasaan yang masih sedih Bilal berkata :

”Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rosululloh saja. Rosululloh telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."

Sepeninggalan Rosululloh SAW masih terasa di hati Bilal ia pun meninggalkan Madinah dan mengikuti pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Setelah tingga lama di Syria, Bilal tidak pernah mengunjungi Madinah. Lalu sampai pada suatu malam, Rosululloh hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya :

"Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?".

Dengan kejadian mimpi itu ia pun bangun dan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Madinah guna berziarah ke makam Rosululloh. Setiba di Madinah, Bilal tidak dapat menahan rindu dan kesedihannya pada Rosululloh SAW.

Kemudian datang cucu Rosululloh Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rosululloh tersebut.

Salah satu cucu Rosululloh SAW berkata kepada Bilal:

"Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami."

Umar bin Khottab yang saat itu sebagai Khalifah juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja. Dengan perasaan berat lalu Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu sholat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rosululloh masih hidup.

Dan mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz Allohu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semuanya terkejut.

Suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illolloh, maka seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitanpun mereka keluar menuju ke arah suara itu berkumandang.

Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rosululloh, Maka madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.

Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rosululloh, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rosululloh diantara mereka.

Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rosululloh wafat. Itulah adzan Bilal yang tak bisa dirampungkan karena tak sanggup lagi menahan kesedihan.

Subhanalloh, sungguh kisah yang sangat mengharukan betapa cintanya Bilal kepada Rosululloh SAW.

Semoga kita sebagai umat nya semakin cinta kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak bacaan sholawat dan mendapat syafaatnya di Yaumil akhir

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Rabu, 25 Mei 2016

Nabi Sulaiman Dan Pemuda Sholih

Suatu hari Nabi Sulaiman -'alaihi salaam- terbang bersama angin di atas samudra. Namun tiba-tiba ia melihat sebuah ombak besar yang mengerikan. Lantas Nabi Sulaiman menyuruh angin untuk berhenti sejenak. Kemudian ia memerintahkan para syetan untuk menyelam dan melihat apa yang terjadi di dalam sana. Para syetan pun menyelam satu persatu. Dan mereka menemukan sebuah kubah tak berpintu yang terbuat dari batu zamrud berwarna putih.

Mereka lantas melapor pada Nabi Sulaiman. Dan Nabi Sulaiman pun kemudian memberi perintah agar kubah tersebut diangkat keatas. Betapa terkejutnya Sang Nabi setelah melihat kubah itu. Maka beliau pun berdoa. Dan jadilah kubah tersebut retak hingga pintunya terbuka. Ternyata di dalamnya ada seorang pemuda yang sedang bersujud pada Allah

Sang Nabi bertanya, "Kamu ini malaikat ataukah jin?"

Pemuda menjawab, "Aku bukan malaikat ataupun jin. Aku adalah manusia."

Sang Nabi bertanya, "Dengan sebab apa kau mendapatkan kemuliaan sebesar ini?"

Pemuda menjawab, "Sebab berbakti kepada orang tua. Saya mempunyai eorang ibu yang sudah tua renta. Ia sudah tidak berdaya. Dan saya senantiasa menggendongnya di punggungku (kemana pun ia hendak pergi). Dan doa ibuku yaitu, 'Ya Allah, anugrahkanlah ia (anakku) keberuntungan dan setelah aku mati nanti tempatkanlah ia tidak di langit maupun di bumi'"

Suatu ketika setelah ibu meninggal, aku berjalan di pantai dan melihat sebuah kubah dari batu zamrud putih. Ketika aku menghampirinya maka pintunya terbuka sendiri. Lalu aku masuk di dalamnya lantas pintu menutup sendiri dengan kekuasaan Allah. Setelah itu aku tidak tahu ada dimana, apakah ada di bumi, di udara atau di langit. Tapi Allah senantiasa memberiku rizki di dalam kubah itu.

Sang Nabi bertanya, "Bagaimana Allah mendatangkan rizki untukmu?"

Pemuda menjawab, "Jika aku lapar, maka sebuah pohon akan tumbuh di atas batu. Lalu ia berbuah dan mengeluarkan air lebih putih dari pada air susu. Serta rasanya lebih manis dari pada manis madu. Bahkan ia lebih sejuk dari salju. Dari situlah aku makan dan minum. Ketika aku sudah kenyang dan tak haus lagi maka tumbuhan tersebut hilang dengan sendirinya.

Sang Nabi bertanya, "Bagaimana kamu membedakan siang dan malam?"

Pemuda menjawab, "Jika fajar tiba maka kubah akan memutih serta mengeluarkan cahaya. Dan ketika matahari terbenam maka kubah akan menjadi redup. Dari situlah aku mengerti kapan waktu siang dan malam."

Kemudian Sang Nabi berdoa, lalu kubah tersebut berputar-putar sehingga mirip seperti telur burung Unta. Lantas kembali ke tempat asalnya semula, yaitu di tengah-tengah samudra. Dan Allah kuasa atas setiap sesuatu.

Sumber An-Nawadir hal. 36-37
Hikayat ke-31 tentang birrul walidain.
***
{{ الحكاية الحادية والثلاثون : في بر الوالدين }}
-----
كي : ﺃﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ السلام ﻛﺎﻥ ﻳﻄﻴﺮ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﻳﺢ، ﻓﻤﺮ ﻳﻮﻣﺎ ﻋﻠﻰ ﺑﺤﺮ ﻋﻤﻴﻖ ، ﻓﺮﺃﻯ ﻓﻴﻪ موجاً هائلاً ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻳﺢ ، ﻓﺄﻣﺮ ﺍﻟﺮﻳﺢ ﻓﺴﻜﻨﺖ ، ﺛﻢ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺃﻥﺗﻐﻮﺹ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﺘﻨﻈﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ، ﻓﺎﻧﻐﻤﺴﻮﺍ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﺑﻌﺪ ﻭﺍﺣﺪ ، ﻓﻮﺟﺪﻭﺍ ﻗﺒﺔ ﻣﻦ ﺓﺩّﺮﻣﺯ ﺑﻴﻀﺎﺀ ﻻ ﺑﺎﺏ ﻟﻬﺎ، ﻓﺄﺧﺒﺮﻭﻩ ﺑﻬﺎ، ﻓﺄﻣﺮ ﺑﺈﺧﺮﺍﺟﻬﺎ، ﻓﺄﺧﺮﺟﻮﻫﺎ ﻓﻮﺿﻌﻮﻫﺎ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ ، ﻓﺘﻌﺠﺐ منها ! ﻓﺪﻋﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻓﺎﻧﻔﻠﻘﺖ ﻭﻓﺘﺢ ﻟﻬﺎ ﺑﺎﺏ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﺎﺏ ﺳﺎﺟﺪ ﻟﻠﻪ تعالى

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ عليه السلام: أمن ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺃﻧﺖ ﺃﻡ ﻣﻦ الجن ؟

فقال : ﻻ، ﺑﻞ ﻣﻦ الإنس

ﻓﻘﺎﻝ له : ﺑﺄﻱ ﺷﻲﺀ ﻧﻠﺖ ﻫﺬﻩ الكرمة ؟

قال : ببر الوالدين ؛ ﻷﻧﻲ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻲ ﺃﻡ ﻋﺠﻮﺯ ، ﻭﻛﻨﺖ ﺃﺣﻤﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻇﻬﺮﻱ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ دعائها لي : " ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺭﺯﻗﻪ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ، ﻭﺍﺟﻌﻞ ﻣﻜﺎﻧﻪ ﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺗﻲ ﻻ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ " ، ﻓﻠﻤﺎ ﻣﺎﺗﺖ ﻛﻨﺖ ﺃﺩﻭﺭ ﺑﺴﺎﺣﻞ ﺍﻟﺒﺤﺮ ، ﻓﺮﺃﻳﺖ ﻗﺒﺔ ﻣﻦ زمردة ﺑﻴﻀﺎﺀ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺩﻧﻮﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻧﻔﺘﺤﺖ ﻟﻲ ، ﻓﺪﺧﻠﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﻓﺎﻧﻄﺒﻘﺖ ﻋﻠﻲ ﺑﻘﺪﺭﺓ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻓﻼ ﺃﺩﺭﻱ ﺃﻧﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﻬﻮﺍﺀ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ، ﻭﻳﺮﺯﻗﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ فيها

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ عليه السلام : ﻛﻴﻒ ﻳﺄﺗﻴﻚ ﺭﺯﻗﻚ فيها ؟!

قال : ﺇﺫﺍ ﺟﻌﺖ ، ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﺍﻟﺸﺠﺮ ، ﻭﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺠﺮ ﺍﻟﺜﻤﺮ ، ﻭﻳﻨﺒﻊ ﻣﻨﻪ ﻣﺎﺀ ﺃﺑﻴﺾ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﺒﻦ ﻭﺃﺣﻠﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺴﻞ ﻭﺃﺑﺮﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺜﻠﺞ ، ﻓﺂﻛﻞ ﻭﺃﺷﺮﺏ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺷﺒﻌﺖ ﻭﺭﻭﻳﺖ ﺯﺍﻝ ذلك .

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ عليه السلام : ﻛﻴﻒ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻣﻦ النهار ؟!

فقال : ﺇﺫﺍ ﻃﻠﻊ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﺍﺑﻴﻀﺖ ﺍﻟﻘﺒﺔ ﻭﺍﺳﺘﻨﺎﺭﺕ ، ﻭﺇﺫﺍ ﻏﺮﺑﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺃﻇﻠﻤﺖ ، ﻓﺄﻋﺮﻑ ﺑﺬﻟﻚ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ والليل . ﺛﻢ ﺩﻋﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻓﺄﻃﺒﻘﺖ ﺍﻟﻘﺒﺔ ﻭﺻﺎﺭﺕ ﻛﺒﻴﻀﺔ ﺍﻟﻨﻌﺎﻣﺔ ، ﻭﻋﺎﺩﺕ ﺇﻟﻰ ﻣﺤﻠﻬﺎ ﻓﻲ قاع البحر ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ قدير

Piss Ktb

Senin, 23 Mei 2016

Gambaran Dunia

Ada seorang anak laki-laki berkata kepada bapaknya: "Pak, aku ingin menikahi seorang gadis yang pernah aku lihat, dan aku suka kecantikan dan pesona matanya".

Bapaknya dengan suka cita dan bahagia menanggapi: "Tinggal dimana gadis itu wahai anakku? Biar nanti bapak yg mengantarmu melamarnya".

Pergilah keduanya menemui gadis tersebut. Ketika sang bapak melihat gadis itu, ia pun tertarik, dan berkata kepada anaknya:

"Dengarlah anakku . . gadis ini bukan levelmu, kamu tidak cocok dengannya. Gadis ini cocok dengan pria yang memiliki pengalaman hidup seperti aku"

Terkejutlah si anak mendengar kata-kata bapaknya, dan berkata: "Tidak! Aku yang akan menikahinya, bukan bapak!"

Keduanya pun ribut, dan memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah.

Keduanya menceritakan permasalahannya kepada seorang petugas polisi. Lalu, polisi itu berkata: "Hadirkan gadis itu kesini, agar aku bisa bertanya kepadanya siapa yang akan ia inginkan: si anak atau bapaknya".

Ketika petugas polisi melihat gadis itu, ia pun tertarik dengan sikap ramah dan pesonanya.

Lalu polisi itu berkata: "Gadis ini tidak cocok untuk kalian berdua, ia cocok untuk orang terkemuka di negeri ini, yaitu aku!"

Ketiganya pun ribut. Lalu mereka pergi menghadap menteri.

Dan ketika menteri melihat gadis itu, ia berkata: "Gadis ini tidak ada yang cocok untuk menikahinya, kecuali seorang menteri seperti aku!"

Keributan terjadi lagi. Akhirnya sampailah mereka menghadap presiden.

Presiden berkata: "Aku akan memutuskan masalah kalian . . Hadirkan gadis itu ke sini!"

Ketika presiden melihat gadis itu, ia berkata: "Tidak ada yang cocok untuk menikahinya, kecuali seorang presiden seperti aku!"

Terjadilah perdebatan antara mereka...

Lalu gadis itu berkata:

"Aku punya solusi!! Kita adakan perlombaan. Aku akan berlari, dan kalian semua berlari di belakangku, siapa yang bisa mengikatku pertama kali, Aku menjadi miliknya maka dialah yang menikahiku".

Dan benarlah, ketika gadis itu berlari, kelima laki-laki: anak, bapak, petugas polisi, menteri dan presiden, berlari mengejar gadis tersebut dari belakang.

Namun tiba-tiba kelimanya jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam.

Kemudian, sambil melihat mereka dari atas, gadis itu berkata:

"Apakah kalian tahu siapa aku? Aku adalah dunia!!

Aku adalah sesuatu yg dikejar dan diperebutkan oleh semua orang, mereka berlomba untuk mendapatkan aku, hingga mereka lalai terhadap agama mereka.

Mereka bersenang-senang untuk mengejarku, sampai akhirnya masuk ke liang kubur, namun mereka tidak memenangkan atas diriku".

اللهم لا تجعل الدنيا اكبر همنا

Ya ALLOH, janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami.

Nikmat dan misibah adalah bentuk sapaan Allah


Seorang mandor bangunan yang berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah.

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang··· Bahkan kita selalu bilang··· kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah..! agar kita mau menoleh kepada-NYA.